Surabaya - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo
meminta masyarakat untuk tidak takut terhadap terorisme, sebaliknya harus
berani melawannya karena terorisme merusak sendi kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Hal tsb disampaikan Pakde Karwo-sapaan akrab
Gubernur Jatim ini disela-sela mengunjungi lokasi tempat kejadian perkara (TKP)
bom bunuh diri di gereja Jl. Arjuna Surabaya, Minggu (13/5) pukul 09.45
WIB. Kunjungan dilakukan bersama-sama dengan Kapolda Jatim Mahfud Arifin
dan Pangdam V Brawijaya Arif Rahman. Sebelumnya, juga dilakukan di TKP
Ngagel dan Diponegoro.
“POLRI dan TNI sebagai kekuatan inti
bersama-sama masyarakat akan melakukannya,” ujar Pakde Karwo yang
menyampaikan rasa duka mendalamnya atas terjadinya korban jiwa dalam ledakan
bom ekstrem di Surabaya tsb.
Ditambahkan, dirinya bersama Forkompida akan
memperkuat pengamanan di semua tempat. Langkah sama juga dilakukan untuk
deteksi dini dengan memperkuat tiga pilar, yakni kepala desa, babinkamtibmas,
dan babinsa.
Disela-sela melihat penanganan korban ledakan
bom bunuh diri ini, Gubernur memberikan arahan agar penanganan para korban
dipusatkan di RSUD dr. Sutomo. Sampai dengan pukul 10.09 WIB, tercatat
sebanyak enam korban masuk di RSUD dr. Sutomo, dengan satu diantaranya
meninggal dunia.
Menjawab pertanyaan
media, Kapolda Jatim Mahfud Arifin menyampaikan penanganan kemanan oleh aparat
sudah dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan. “Buktinya, polisi juga
jadi korban,” ujarnya sambil menambahkan untuk lokasi Ngagel sudah dinyatakan
klir. Sementara, dua tempat lainnya, Ngagel dan Diponegoro, masih dilakukan
pembersihan oleh kepolisian. (Humas Pemprov. Jatim).

Komentar
Posting Komentar