SURABAYA - Etika berpolitik tidak boleh diabaikan oleh para calon legislatif (caleg) yang melakukan kampanye maupun berpolitik praktis. Para politikus diminta tetap dalam lingkaran wadah iman dan taqwa agar tidak sampai menghalalkan segala cara dan mengedepankan nasfu semata. Demikian nasehat yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Qulub Surabaya, KH. M. Zainuddin Husni SH, MH, kepada para caleg DPR-RI maupun DPRD lintas partai di sela-sela acara silaturahmi ponpes Tarbiyatul Qulub di Hotel Whyndam.
KH Zanuddin Husni menyatakan, caleg dalam berkampanye seharusnya dalam koridor iman dan taqwa. Jikalau terlepas dari dua hal itu, akan menjadi orang yang tidak berakhlak. Jadi tingkatkan iman, dalam berbicara tetap di dalam wadah keimanan, karena nafsu itu selalu mengajak dalam keburukan, di sela silaturrahim caleg DPR/DPRD di hotel Whyndam Surabaya. Menurut Zainuddin, saat ini ada sekitar 120 jamaah dari ponpes Tarbiyatul Qulub yang maju sebagai caleg DPR/DPRD, sebagian merupakan caleg baru dan sebagiannya telah lama duduk di kursi legislatif.
Mereka bukan dari satu partai, namun lintas partai, PDIP, GOLKAR, PKB, PPP , Partai Berkarya, Gerindra, Demokrat, dan lainnya. Kita memberikan bekal kepada mereka agar tetap dalam lingkaran wadah iman dan taqwa. Menurut Zainuddin, pihaknya juga meminta para caleg untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan, jangan membesarkan suatu perbedaan, karena perbedaan itu, bagaimanapun dan apapun juga akan menghancurkan segala macam bentuk kegiatan-kegiatan untuk menuju keberhasilan.
Dijelaskan Zainuddin, Ponpes Tarbiyatul Qulub tidak akan berpolitik praktis, namun pihaknya hanya bisa menilai dan mendoakan mana caleg atau partai yang terbaik, serta tetap memberikan keutuhan NKRI dan tertib dalam wadah bingkai Bhinneka Tunggal Eka. Seandainya ada yang menginginkan di luar wadah NKRI kami tidak mensupport , yang tetap dalam wadah NKRI yang kami support, kami doakan bangsa dan Negara ini. (andi karsa)

Komentar
Posting Komentar