Bisma Goes To Get Member (BIGGER) Hadir Di Kota Surabaya



Surabaya, 16 November 2018 Sebagai salah satu rangkaian event menuju Bekraf Festival 2018 di Kota Surabaya, BISMA Goes to Get Member (BIGGER) hadir di Kota Pahlawan. 400 pelaku dan mahasiswa di bidang ekonomi kreatif menghadiri kegiatan yang dilaksanakan di Hotel JW Marriott yang diadakan dalam rangka sosialisasi aplikasi BISMA (BEKRAF Information System in Mobile Application), sebuah platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Dengan acara ini pelaku ekonomi kreatif di Kota Surabaya dan sekitarnya pun diajak mendaftar meIaIui aplikasi (android/ios) dan website BISMA di httpszllbisma.bekraf.go.id/ dan bergabung dengan 25 ribu pelaku kreatif dari seluruh Indonesia yang telah terdaftar dalam database BISMA.

Acara dibuka oleh Direktur Riset dan Pengembangan, Bapak Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M serta Wakil WaIi Kota Surabaya, Bapak Ir. Wisnu Sakti Buana, ST. Acara ini diharapkan akan mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor dengan BEKRAF untuk memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif sehingga dapat dihasilkan pemetaan yang akurat serta dapat membantu dalam penyusunan kebijakan ekonomi kreatif dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif. Selain Itu pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan Iebih mudah daIam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi ataupun mendapatkan pendukungan oleh BEKRAF dalam mengembangkan usaha kreatif mereka. Dari hasil survey khusus ekonomi kreatif BPS dan BEKRAF, di tahun 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi Kreatif tercatat 922,59 triliun rupiah. Angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) untuk KBLI Ekonomi Kreatif sebanyak 8.203.826 usaha. Kegiatan BIGGER di Kota Surabaya ini juga merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif. Terdapat 141.438 pelaku ekonomi kreatif di Kota Surabaya (menurut data BPS) yang 5 subsektor terbesarnya bergerak di subsektor.

kuliner sebanyak 108.334 usaha kreatif. oubsektor fesyen 19.896 usaha kreatif. subsektor kriya dengan 8.110 usaha kreatif. subsaktor penerbltan dengan 3234 usaha kreatif dan subsektor fotograli dengan 570 usaha kreatif. Hal ini dinilai sangat potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif sorta bagi BEKRAF untuk berkoordinasl dan memfasilitasi sehlngga terjadi kolaborasl antar pelaku kreatif. Selepas pembukaan. acara dilanjutkan dengan creative talk bertaluk “Kolaborasi dan Sinergi dalam Ekonomi Kreatif” dengan narasumber Dr. lr. Wawan Ruslawan, MM. (Direktur Riset den Pongembangan). David Ardyanto (Supervisor RKB Surabaya). clan Dr. Agus Winderto. DEA (Managing Director lTS Design Centre) yang membahas paranan dan berbagal jenis upaya dari berbagai stakeholder di dunia ekonomi kreatif. baik pemerintah, akademia, komunitas dan lndustrl; dalam rantai nilai kreatif yang menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih baik.

“Dengan metode sosialisasi yang memberikan pengalaman nyata atau eksperiental, kami harap dapat memotivasi para pelaku disektor ekonomi kreatif untuk berkolaborasi dan memberikan inspirasi untuk mengembangkan usaha kreatifnya” ujar Dr. lr. Wawan Rusiawan. M.M. “Di tahun 2016 ekspor ekonomi kreatif berhasil menoapai 20 Miliar Dolar AS dan ada 16.91 juta jiwa atau 14.68% tenaga kerja di lndonesia yang bergerak di sektor ekonomi kreatif. Dengan dukungan aplikasi BISMA yang dikembangkan langsung oleh BEKRAF dalam membangun database ekraf yang terintegrasi, saya harap angka ini dapat terus meningkat” lanjutnya. Acara dilanjutkan dengan sesi Creative Talk ke-2 yang bertema “Memaksimalkan Potensi Digital dalam Bisnis Kreatii” yang menghadirkan narasumber Maman Rahmawan, S.STP., M.Sl. (Kepala Sub Direktorat lnformasi dan Pengolahan Data), Dr. Astrid Kusumowidagdo, ST, M.M.. (Dekan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra) clan moderator M. Adhi Bagus Nuryadi.

Pada sesi ini juga dilakukan sosialisasi BISMA yang menghadirkan pelaku kreatif yang merupakan peserta bigger sebelumnya yang aktif dalam BlSMA. Pada sesi siang hari. Terdapat 2 sesi Masterclass bertema “Bisnis Kreatif dan Tepat Sasaran” yang diisi oleh narasumber Benny Fajarai (CEO Qlapa) dan Muhammad Fikri (Head of Community Management Bukalapak) yang membahas seluk beluk strategi bisnis dan branding khususnya di dunia online, serta Masterclass bertema “Rahasia Pengembangan Bisnis Kreatif” dengan narasumber Nilamsari (Owner Kebab Babe Rafi) dan Dr. lr. Andi Buchari, MM. (CEO Halal Ventures Indonesia) yang membahas strategi bisnis dan tips keuangan serta permodalan bagi UMKM. Tampil juga brand-brand produk kreatif terpilih dari pelaku ekonomi kreatif lokal Kota Surabaya yang sudah dikurasi oleh narasumber dan pihak BEKRAF. “Man berkolaborasi dan saling menginspirasi untuk ekonomi kreatif Indonesia yang lebih baik” tutup Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M.(dik)

Komentar