Rapat koordinasi upsus pajale provinsi Jawa timur.

SURABAYA,19-09-2019,di bumi hayyat  Surabaya,kementrian pertanian mengadakan rapat kordinasi upsus pajale provinsi jawa timur tahun 2019.peserta yang hadir dari seluruh kabupaten /kota se-Jawa timur.

Menurut,Dirjen,Bapak P SETYANTO.Mengatakan,
Kegiatan kita rutin, Dalam rangka mempertahankan Swasembada pangan yang kita selalu melakukan, pada kali ini kami mendorong tentang pangan.

Bagaimana swasembada pangan kita agar pangan kita bisa tercukupi untuk masyarakat .dalam hal ini kita punya target untuk Jawa Timur, target kita  kurang lebih sekitar 2,1 juta hektar yang bisa tertanam pada periode Oktober Oktober 2018 sampai Agustus 2019.

kita ada target sekitar 2,2 juta hektar dan bisa tertanam, ya untuk swasembada pangan. dengan mempertahankan diatas 2 juta hektar itu insya Allah ,pada dasarnya tantangan kita minimal untuk Jawa Timur, itu bisa kita wujudkan dan kita harapkan juga dari Jawa Timur .

Kita berharap bukan  hanya untuk Jawa Timur saja, tapi juga untuk provinsi-provinsi lain ,Jawa Tengah , Jawa Barat ,untuk Bali dan Nusa Tenggara  Kalimantan ,Sulawesi, jadi kita harapkan dengan target luas tambah tanam yang terus kita meningkat sehingga  Swasembada pangan kita bisa terpenuhi.

kalau ada sawah yang di buat selain pertanian , itu kan alih fungsi yaitu kali fungsi ya sebagai konsekuensi dari alih fungsi menjadi pabrik, Ya kalau bisa jangan ,kita harus pertahanankan lahan sawah itu,jangan di salah fungsinya ,bisa mencari tempat yang lain.

existing yang kita harus ditingkatkan intensifikasi nya ,kita harus tingkatkan maupun produktivitasnya.kita tingkatkan dan harus ada teknologi di sana. ya memang kita juga nggak boleh mencegah yang namanya investasi itu kan. misalnya, menjadikan sawah menjadi pabrik ,akhirya di bangun pabrik,kalau bisa jangan,

kita  berharap jangan membuat pabrik itu dibangun di daerah daerah sawah, yang Kategori ,apa yang kategorinya produktif .Ya carilah lahan-lahan yang yang kurang produktif ,begitu pabrik di bangun, pabrik itu akan mengeluarkan  salah limbah ,terutama airnya, bisa mengganggu produktifitas  pertanian kita,kita membangun swasembada pangan kita harus  sehat,karena pangan kita untuk masyarakat kita.

Kami berharap agar jangan
di bangun pabrik dekat dengan pertanian,karena lahan swasembada dan ketahanan pangan kita jangan ada mengganggu ketahanan pangan kita ,alangkah baiknya mencari lahan yang lain. Menurut,beliau.(Indra)

Komentar